Gambar: Para pemudik kembali ke Jakarta dengan menbawa sanak saudara di sebuah stasiun kereta api.
Urbanisasi merupakan perpindahan warga dari desa ke kota. Oleh karna itu, Jakarta memang banyak didatangi oleh pendatang yang ingin mengadu nasib di sana. Mengingat penduduk yang ingin mengadu nasib di Jakarta semakin bertambah, maka urbanisasi yang terjadi di sana bisa menimbulkan maraknya pemukiman kumuh, kemacetan yang semakin parah, mobilitas warga yang semakin tinggi, dsb.
Urbanisasi di Jakarta sudah ada sejak dulu. Maka dari itu, perlu diketahui bagaimana pendatang harus mengikuti peraturan yang ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti masalah sosial yang terjadi di kalangan masyarakat.
Bagaimana dengan syarat pendatang baru menurut Ahok? (Sumber: liputan6.com)
- Bawa yang Berduit (Memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan, dan tidak berkelakuan kriminal)
Para warga yang pulang kampung halaman diperbolehkan membawa sanak saudaranya saat kembali ke Jakarta. Namun begitu, harus dengan satu syarat.
"Saya selalu katakan Anda silakan bawa saudaramu ke Jakarta selama punya duit," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Jumat 3 Juli 2015.
Bahkan, pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu menyarankan sebaiknya para warga baru ini mencari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Jakarta.
"Enggak ada duit, enggak ada tempat tinggal, jadi PRT saya terima. Karena saya dari bujangan di sini dari sekolah saya selalu dengar tuh PRT dipesenin dari tetangga. 'Bi, bi, nanti kalau datang lagi bawa saudara yang kerja ya.' Terus begitu mereka datang ada enggak yang nganggur? Keserap semua tuh," ujar Ahok.
Ia menjelaskan, yang dilarang bagi warga luar Jakarta datang ke Ibukota adalah bila nantinya berbuat kriminal dan menduduki lahan atau tanah milik pemerintah.
"Yang enggak boleh kan kalau datang tinggal di pinggir sungai, merampok. Kalau ke sini jadi turis, atau beli apartemen, rumah, boleh enggak? Saya malah kasih KTP DKI supaya pajak penghasilan Anda waktu bayar ke pemerintah pusat itu 20 persen bagi ke DKI," tegas mantan Bupati Belitung Timur itu.
- Bukan Pinggir Sungai (Memiliki tempat tinggal yang jelas, tidak boleh mendirikan bangunan secara liar)
- Punya Keahlian (Memiliki pekerjaan yang jelas)
Kehadiran warga dari berbagai daerah untuk mengadu nasib di Jakarta setelah Lebaran memang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Hanya saja, Ahok ingin mereka harus memiliki keahlian dan bekerja di Jakarta sekalipun hanya pembantu rumah tangga.
"Pembantu rumah tangga boleh enggak? Boleh. Kita kekurangan pembantu kok. Jadi seperti turis saja," lanjut mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Bahkan, Ahok memberi keistimewaan bagi warga daerah yang sudah memiliki rencana membuka usaha di Jakarta setelah Lebaran. Ahok meminta jajarannya memberi KTP Jakarta bagi mereka yang datang ke Jakarta untuk membuka usaha.
"Kalau ada datang ke Jakarta bisa beli apartemen, rumah, buka usaha saya perintahkan kasih KTP Jakarta untuk dia, karena NPWP-nya 20% penghasilan mereka harus pindah ke Jakarta," pungkas Ahok.
Demikian yang saya sampaikan sebagaimana mestinya, tapi, saya harap bagi para pendatang yang ingin tinggal secara tetap harus memiliki keahlian dan tempat tinggal yang baik, bukan menjadi pemulung, pengemis, pelaku kriminal, dan tidak menempati/mendirikan bangunan di atas lahan milik pemerintah, bantaran kali.